Hingga akhirnya Pipit kembali mengerang panjang dan lemas.Aku merebahkannya diair dangkal dan meneruskan menancapkan k0ntol kememek berulangulang. Di teras rumah, Dona sudah berdiri, melepas Pipit dan aku dengan senyum khasnya.Jarak berjalan kaki menuju air terjun tidak terlalu jauh. .. Kami saling mendesah dan mengerang. diatas..?. Pipit dan aku serius merancang acara yg pas di sekitar air terjun. Pipit menatapku dengan pandangan sayu. Dia sibuk mengitari area dan mencoretcoret di kertas. hh .. Sedangkan wajahku mulai turun menciumi perut, bulu jembut . hh.. Kami saling memberi semangat untuk masa depan. Lalu mengangkat selangkanganku yg menghimpit selangkangannya, melihat memeknya dan k0ntolku.




















