Kakinya begitu jenjang dan indah, suka sekali aku menatapnya berlama-lama.Ku usapkan tanganku dari betis hingga ke pahanya, mengirimkan rasa geli ke seluruh tubuhnya yang semakin menegang. Aku sudah menelpon tukang derek supaya mobilku bisa diangkut ke bengkel…”“Iya, mbak sama-sama. “Anggap aja aku bayar utang budi karena kamu sudah membantu aku….” Begitu kata-katanya untuk membujukku.Aku pun luluh dan menerima tawarannya.bett memersilahkan aku masuk ke dalam rumahnya. Bagaimana?” Tawarku padanya. Aku pun kaget karena ternyata ia seorang perempuan, dari suaranya terdengar belum terlalu tua. “Coba sebentar saya liat, kebetulan saya ngerti mesin kok…”Wanita tersebut memersilahkan aku untuk menangani mobilnya. Lidah kami saling berpagutan, dera nafas bett semakin berat saat tanganku menelusup masuk ke dalam pakaiannya, berusaha mencari


















