aku menghampirinya, “Blon slesai kerjanya bang”. kok capek?” tanyaku bercanda. “Sintia buatin kopi ni”. “bole aja sih, eh tapi kamu cantik loh kayak gitu. “mau dong nyobain” “sok atuh, silahken…,” jawabku sambil menarik tangannya mendekati tubuhku. setelah itu aku sengaja duduk mepet disampingnya, sangat dekat hingga paha kami berdua bersentuhan. “sering dicukur ya Sin?” “nggak juga sih, gak tau kenapa, bulunya lama numbuh” jawabku. “Sin..sorry tadi aku keluarin di dalem..”, katanya. Dia membuka sedikit lubang vegiku. Dia bengong
melihat aku pake baju kaya gitu. Sambil menunggu kami , aku mencoba membuka pembicaraan, “Bang, Sintia seneng deh abang ajak makan, ni kan resepsi khusus buat kita berdua ja ya bang”.



















