Jadi statusnya sekarang menggantung. Oohh”.“Tunggu sebentar. Eh dianya cemburu ketika ketemu kami di Cibinong,” jawabnya.“Kan bisa dijelasin ama suaminya?”“Sudah, tapi dia nggak terima. Janda tidak, bersuamipun tidak juga. Ia tersenyum kemudian menciumku dan merebahkan kepalanya di dadaku. Beberapa kali kugigit kecil kulit dadanya sampai meninggalkan bekas kemerahan.“Ciumi leher dan pundakku! Kamu merem, saya merem. Kamu mau berikan kehangatan?”Rasanya terbalik pertanyaan itu. Malam itu kami masih melakukannya lagi tiga kali sampai pagi. Kamu juga hebat. Aku juga mau keluar, ohh. Kuciumi leher dan dadanya. Kamu ppinnttarr. Kenapa setiap wanita mau tahu apakah pria yang dikencaninya pernah tidur dengan wanita lain.“Ada, aku bukan perjaka lagi,” jawabku tenang, yang penting adalah apa yang terjadi sekarang ini.














