Aku nongkrong saja di depan kantorku.Tidak berapa lama, ada cewek yang sedang membuka rolling door ruko di sebelah kantorku. Terus terang, aku merasa sedih sekali atas kepergiannya, dan aku tahu diapun juga merasakan demikian. Aku suka bentuk pinggul, pantat dan betisnya, aduhai sekali.Pagi itu Eryani memakai Blazer Hitam dengan dalaman kaos putih dan rok berbahan kaos selutut dengan belahan samping, menampakkan sedikit pahanya yang putih mulus. Lumayan untuk menghangatkan badan. Sementara Eryani sendiri kelihatan sudah mulai mengantuk, tibatiba dia merebahkan kepalanya di pahaku.Kueluselus rambutnya lembut, dia memejamkan matanya. Kini, yang ada di depanku adalah tubuh putih mulus seorang gadis yang hanya mengenakan celana dalam dengan tatapan penuh menantang.Segera kuisap puting payudaranya yang berwarna coklat kemerahan




















