Tepat sudah tiga hari kami ada ditempat terpencil itu. ” Hangat bu ?” tanyaku ” iya, hangat sekali, yang kenceng dong meluknya ” pintanya. ” Jangan dikeluarin lho ?!” pintanya lagi. Veggy’nya. Tanpa sadar Anisa saking kedinginan dia memeluk aku. Soalnya, acara kami itu diadakan pada awal musim hujan. kata orang dia lesbi. Otomatis aku peluk erat-erat dan semakin erat. ” Akh enggak” jawabnya sambil melepas ‘Ms. Penny’ku sepanjang perjalanan di Taxi itu. Aku masih merasakan getaran-getaran aneh di hatiku, tatapan Anisa masih menantang dan panas, senyumnya masih menggoda. tidak punya pacar ? Aku sempat bertanya, “Bagaimana jika kamu hamil ?”
” Don’t worry !” katanya. Setelah ngobrol sekian jam, tepat pukul 3 malam, Anisa minta




















