Jar.. Dan tak lama Pipit juga menggoyggoygkan pantatnya. Pipit terpejam. diatas..?. ingin seperti Dona.., katanya. Dona kesel, tapi dia ingin merahasiakan dulu pacaran kami.Wah, asyik nih diapit dua cewek, Yudi dan Arman menggoda kami.Apalagi ketika Pipit dan Dona tertidur, atau purapura tidur?, kepala mereka rebah ke pundakku.Gantian dong Jar, kata Yudi dan Arman.Tentu saja aku tidak mau. sayang kalau celana pendekku basah dan Pipit butuh celana pendekku yg satu lagi.Pipit tertawa, Ngapain aku harus noleh, tadi kan aku sudah lihat kamu bugil. Kamu juga suka sama aku kan?, tanyanya. Melihat Pipit yg jalan terpincangpincang dengan luka ditangan, Arman segera datang dan membantuku membopong Pipit.Sesampai di posko, sambil menunggu Yudi, Dona mengajakku belanja oleholeh ke pasar




















