“Seperti.. Tanpa dibuat-buat. Crot.. “Kebetulan hari ini saya tidak ada jadwal, jadi saya siap untuk mengantarkan Ibu. Sebentar lagi spermaku mau keluar. Kemudian pelan-pelan aku lepas ciumanku untuk mengambil dua irisan mentimun yang aku ambil ketika aku makan siang tadi. bagaimana kalau kita kesana untuk mencoba menu barunya. Agar aku bisa taruh irisan mentimun layaknya seperti orang facial.“Setelah saya tutup mata Ibu.. Tapi tolong jangan resmi gitu manggil saya Bapak. Terus sayang.. Apa khabar..?” tanyaku kepada Ibu Lilis dengan perasaan kaget dan khawatir.Kaget karena Ibu ini tidak menelpon aku terlebih dahulu kalau dia mau ke kantor, dan khawatir kalau mobil yang aku kirim hari Sabtu bermasalah.“Baik..!” jawab Ibu Lilis singkat. “Bisa saya bantu Bu..” tanyaku
















