Lima tahun sudah aku berjalan dalam lorong-lorong kenikmatan yang menyenangkan bersama Bu Aniez. Kalau ketahuan bisa berabe! Di balik itu aku mulai senang juga, karena bisa bersama Bu Aniez yang cantik, putih bersih. Tiba-tiba pikiran nakalku timbul, aku pingin ngintip, melangkah berjingkat pelan, tapi tak ada celah atau lubang yang akses ke kamar mandi. Suasana sepi rumah-rumah di kompleks perumahan kami, banyak yang sudah tutup karena para tetangga sudah pada pergi kerja. Dia mengembangkan tangannya dan kami berpelukan kembali. Kepalaku ditekankan pada dadanya, sehingga mukaku terbenam di antara kedua susunya, sambil kuciumi sejadi-jadinya. Sebuah pengalaman yang benar-benar baru sekaligus negasyikkan. Aku pingin nyusul!














