“Ya, ya” dokter Rani gelagapan mendengar teriakan Rudy di gagang telepon yang sedang digenggamnya. “Nanti ibu tes dgn cara lain, kalau sakit bilang ya?”Dokter Rani langsung melepas pakaian bawahnya tanpa sepengetahuan Rudy, Kini mereka berdua sama-sama telanjang dibagian bawahnya. “Bu, kok di kocok?, saya nggak tahan, Bu!”
“Nggak apa-apa, ibu Cuma mau lihat jahitannya saat ereksi” jawab dokter Rani parauDasar anak muda, tak lebih dari 5 detik senjata Rudy sudah membengkak besar, panjang dan keras, Dokter Rani menelan ludah menyaksikannya, dan dokter ranipun lupa akan kode etik kedokteran, nafsu sudah menguasai seluruh tubuhnya,
“Sebentar ya, Rud!” Dokter Rani beranjak ke pintu dan pesan kepada asistennya agar jangan terima pasien dulu, karena Rudy akan diterapi memakan waktu 2










