Laki-laki yang kedua pun mulai melakukan tugasnya dengan mulai
merangsang Anna lagi dengan jilatan-jilatan di buah dadanya dan juga
remasan-remasan di kemaluannya. Anna mengangguk-angguk tanda ia menyetujui gagasanku
itu, segera aku mendudukkan tubuh Anna kembali di sofa dan saya pun
mulai mengikat kedua tangannya di sofa dan kemudian matanya pun
kututupi dengan selembar kain. Sofa
yang ada di dekat pintu saya dorong hingga menempel dengan pintu,
lumayan pintu itu tidak dapat langsung terbuka karena terganjal oleh
sebuah sofa.Langsung saya balik ke sofa tempat saya duduk semula dan mulai
melepaskan kaos dan beha yang dikenakan Anna. “Ok, Anna,” segera kulepaskan baju dan celana jeans yang kukenakan.Tiba-tiba aku teringat bahwa aku membawa seutas tali dan penutup mata
yang akan kugunakan untuk mengikat tangan Anna dan juga menutupi
kedua




















