Lodi dan Seto tidak ketinggalan, mereka menikmati mulusnya kulit lengan Sherry dengan mengelusnya dan terkadang mencium dan menjilatinya, aku pun mulai merasa panas.“Ah.. cukup Pak.. he.. Namun aku sudah tak sabar, dendam di dadaku terus membara ingin mempermalukan Sherry. Nanti lo dapat giliran lagi!!” bentakku pada Tejo.Saat kulihat Sherry dihadapanku, nafsu dan amarahku membara. Seksi banget nih toket, putih banget!!” sahut Tejo sambil tertawa gembira.Perlahan Tejo menyentuh kulit payudara Sherry, Sherry pun terlihat gemetaran.“Tolong jangan Pak!!” sahut Sherry memelas.Seluruh orang di ruangan ini sudah tidak sabar lagi menyuruh Tejo menanggalkan penutup payudara Sherry itu. Dan si cantik Sherry, adik kelasku menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam petulangan seks ku selanjutnya…













