Lalu badan Laras mulai bersandar di badanku. Namun paginya dikantor, Laras sempat curiga dengan kesehatanku dan bertanya,
“Mas kenapa, sedang sakit ya?”“Iya, Ras. Ada lagu, ada film. Entah apa yang ia rasakan. Libidoku makin naik. “Ya Mas, terus Mas. Ntar sore balik lagi”
“Terserah deh”
Aku bergegas pulang ke kost. Posisi ini sungguh sangat nikmat. Tanganku yang berada di dalam baju Laras berhasil membuka pengait bra-nya. Dan bukan rahasia lagi jika cewek sunda terkenal dengan postur tubuh yang tak terkalahkan. Dan, bless.. Mengelus rambutnya yang hitam itu, sambil sesekali membahas cerita film itu.Padahal sebenarnya aku tidak begitu memperhatikan alur cerita film itu. Kalau aku diraba agak lama mungkin aku langsung sembuh, pikirku.


















