Namun tiba-tiba hp ku berdering petanda ada telpon masuk, sejenak kubaca nama yg muncul pada layar. Seolah-olah aku ingin memberikannya sebuah suntikan kedamaian dan support terhadap kejadian pilu yg telah ia alami beberapa tahun lalu. Lo keluar ama siapa sih ?” Jawab Dewi yang mulai jengkel.“Lah kan gue gak ngarti kalo lo pada mau ke rumah, sama temen.” Jawabku membela diri.“Aaaiiiiiisssssshhhh. Kuraih tangannya dan ku arahkan ke payudaraku dan aku berinisiatif menciumnya kembali. Dan kenapa lo bangun pas gue nyium jidat lo sih.” Bathinku.“Wiii, halooooooooo….” Sembari mengoyangkan tangan seolah-olah menyadarkanku.“Haaaahhh. Ku perhatikan wajahnya yg begitu manis dan manly hingga tanpa aku sadari tanganku bergerak mengusap wajah dan keningnya.
















