Daster tak berlengan ini menampakkan keteknya yang licin tak berbulu. Tak ada pembicaraan penting waktu makan.Susah sekali aku berkonsentrasi menerima pelajaran hari ini. Aku masuk dengan gemas. Sama susahnya untuk mendapatkan jawaban.Lupakan saja. Tubuhnya bergetar hebat, mengejang. Luar biasa sedapnya.“To…hhehh.kamu…hhehh..kok..hhehh..”Tante mencoba bicara disela-sela nafasnya yang memburu. Jangan-jangan ia kapok. Oom Ton pulang kantor selalu malam hari. Kemudian aku mendekatinya, lalu ciuman, raba-raba, dan …diakhiri dengan hubungan suami-isteri.Heran aku, baru tadi sore aku dipuaskan oleh Tante di kamarku, malam ini aku ingin lagi! Baru pertama kamu melakukan ?”
“Sungguh Tante”“Engga apa-apa, To. Cuma punya Tante yang pernah saya lihat” “Yang bener, To” tangannya tidak menggenggam lagi, tapi mengelus kelaminku.“Buah dada siapa yang kamu lihat” tanyanya sambil menggoyang-goyang




















