Rupanya kemaluannya tak sanggup menampung batang kemaluanku yang besar dan gesekan terus-menerus yang kasar. Dengan cepat kucari tali untuk mengikat kedua tangannya ke belakang erat-erat. Bak mandinya kuisi dengan air hangat sampai penuh dan Fang Fang kubaringkan di situ. Saat ia membuka pintu mobil, kubekap mulutnya dan kutempelkan pisau di lehernya yang jenjang.“Heh! Kunikmati dulu keadaan itu, dimana batang kemaluanku masih tertancap di lubang kemaluannya. Jelas ia tak berkutik, di sampingnya ada aku yang memeganginya dan menempelkan pisau di pinggangnya.Sepanjang jalan Fang Fang meratap-ratap mohon belas kasihan, ia bilang aku boleh mengambil semua duitnya, perhiasan dan handphone jika ia dibiarkan pergi. Ia lari ke ujung kamar, tetapi aku segera memburunya dan menarik BH-nya hingga kini




















