Ia berdiri sangat dekat di hadapanku. Mbak Marisa berdiri di sana.Ia pasti masuk lewat pintu terobosan di belakang yang tidak terkunci..“Punya lilin?” tanyanya. Dan tiba-tiba rumah jadi gelap gulita. Bibirnya merekah, pipinya merona dan pandangan
matanya benar-benar membuat dadaku berdebar-debar.“Perkenalkan, nama saya Fredi dan ini istri saya, Marissa. Saya harus bertugas ke Papua selama 6 bulan,” kata Fredi. Seorang lelaki gagah dan ganteng, dengan usia beberapa tahun di atas perempuan itu.“Rumah Pak RT di mana?” tanya lelaki itu menghampiriku..“Di sini,” aku menunjukkan rumahku,“Ayah saya Pak RT”Malam itu pasangan baru itu berkunjung ke ayahku. Aku meraba-raba sekeliling dan mencari lilin. Seorang laki-laki turun, diikuti seorang perempuan yang menurutku teramat cantik.Kecantikan itu bisa kulihat dari warna kulitnya yang




















