Ehh, jangan panggil saya mbak dong. Dewi mulai mendesah lirih, aku tambah ritmenya. Setelah aku bisa gerak sendiri, tanganku dilepaskan. Mata Dewi tak lepas dari monitor, nafasnya terdengar agak memburu (aku juga demikian sihh hehehehe…). “Mas, udah pernah kayak yang dikomputer ini ndak?” tanyanya pelan, agak berbisik. Tahun itu dewi udah punya suami baru, seorang perwira polisi. Aku lihat matanya menatap monitor penuh hasrat. Perjakaku diambil mbak lhooo…..” aku sedikit tersipu
“Ohhh…, maaf ya. (gila, bulat banget nih pantat polwan, kenceng banget lagi. Ehh, jangan panggil saya mbak dong. Yang heran, tumben warnet sepi banget (padahal tahun2 segitu saat orang jarang punya modem sendiri, warnet tidak pernah sepi). Lagian kayaknya kita seumuran ya. Lagian kayaknya kita




















