“Mas Deni tahu Aryo bohong, sekarang cerita kenapa? Segera saja dia memelorotkan celanaku. Tante mau ngajak saya ke Palembang ya?” tebakku asal. Kuelus pantatnya yang padat berisi. Aryo menggeliat-geliat ketika kuciumi lehernya. Aryo mengerang keras ketika kupijat perlahan kemaluannya. “Oke, makasih. Aryo menjawil pinggangku, “Kenapa sih Mas Den?”
Aku hanya tersenyum, “Ah anak kecil mau tau urusan orang dewasa aja!”Tak lama kemudian pintu kamar DJ terbuka, dan terlihat kamarnya yang berantakan. Dalam perjalanan pulang aku bercakap-cakap dengan Aryo. Mata Aryo terus saja mengikuti film yang sedang diputar tanpa berkedip. Sepertinya mereka sedang nonton VCD yang diomongin Reza tadi siang di telepon.




















