Kamipun segera bergegas meninggalkan tempat tersebut. Setelah sekian lama, saya ingat, bahwa saya akan bertanding lomba Catur antar 1 Sekolah. Belum sempat NT bergerak, Fahris sudah menerjang NT dan langsung menelanjangi NT dengan kasarnya. Aku tidak mungkin mengatakan bahwa aku membedakan sesama manusia (dalam arti Gloria dan NT). Lalu, sayapun segera melihat apa isi dari Barang tersebut. “Ali, apakah lukamu masih sakit?” tanyanya. “Atau aku Renggut Keperawananmu!” Teriakan Fahris menggelegar. Dan akhirnya, akupun pingsan. hebat.. Pada pukul 15:00, acara Pramuka dibubarkan. “Lantas mengapa NT pada saat itu tidak kamu tolong?” tanyanya. Kebetulan pada saat itu tidak ada orang, maka saya bisa bersantai sejenak di sana. Entah apa yang merasuki pikiranku, aku langsung saja melompat menuju



















