Tanpa terasa nasi goreng di piring dapat kuhabisi juga.“Bolehkan saya memanggil Bu Meryy dengan sebutan mbak?” tanyanya sambil membasuh mulutku dengan tissue.“Boleh saja, memang kenapa?” tanyaku.“Enggak apa-apa, biar enak aja kedengaran di kupingnya.”“Kalau saya boleh manggil Mbak Meryy, berarti Bu Meryy eh.. Link Bokep Saya sudah bilang cepat keluar!” bentakku lagi dengan mata melotot.“Silahkan ibu teriak sekuatnya, hujan di luar akan melenyapkan suara ibu!” ucapnya dengan matanya menatap tajam padaku.Sepintas kulihat celah jendela yang berada di sampingku dan ternyata memang hujan sedang turun dengan lebat. Yang pasti hatiku yang selama ini terasa berat dan bosan hilang begitu saja walaupun dalam hati kecilku juga merasa malu, benci, sebal dan kesal.




















