Aryo keliatan sedikit bingung, tapi kebingungannya hanya sesaat karena ia sibuk mengamati kamar DJ yang aneh itu sambil melihat-lihat koleksi kasetnya.“Heh denger ya, itu tuh anak Ibu Kost saya! Kulitnya putih bersih, tinggi, dan badannya sedang. “Mas Deni tahu Aryo bohong, sekarang cerita kenapa? “Lho, kok jadi marah?” tanya DJ. “Eh, Mas Den, tadi temen Mas nelpon, namanya Reza.”
“Oh ya? Aryo tidak menghiraukanku. Sepertinya karena aku makan sambel tadi sore, pikirku. Kata DJ tiga film yang kupinjam bagus-bagus. Reza mencibir, “Biarin”, katanya. Kalian nggak usah macem-macem deh.”
“Mmm.. “Lalu kenapa?” tanyaku. Dia agak sedikit kecewa.Akhirnya kami sampai rumah, dan Aryo langsung masuk kamarnya di rumah induk.










