Lalu aku menghindar. Pada suatu liburan sekolah yang panjang, kami dari sebuah SLTA mengadakan pendakian gunung di Jawa Timur. Dia meraba bibirku, aku reflex mencium bibir Anisa. Tapi kami tidak sedikitpun gentar menghadapi ancaman cuaca itu. Anisa minta aku meminjamkan jakaetku. Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman. Setelah hujan reda, kami membuka ransel masing-masing. Setelah ngobrol sekian jam, tepat pukul 3 malam, Anisa minta bersetubuh denganku lagi, katanya nikmat sekali ‘Mr. Anisa dengan busana yang sangat minim itu membuat aku terangsang terus, demikian pula dia.




















