Jantungku serasa lepas. Bokep Mom Cik Ling kupeluk erat dan membiarkan kepalanya bersandar di dada kiriku. Kedua tangannya menutup wajahnya yang tertunduk. Dari lobby, aku kontak Cik Ling dan menyarankan aku lewat lift dari basement dan langsung masuk ke kamarnya. Terus terang aku ingin menikahinya. Kedua tangannya menutup wajahnya yang tertunduk. Dia berkata begitu sambil tangannya melepas celanaku, bajuku dan semua yang melekat padaku. Dia hanya tersenyum tipis dan memelukku. Aku memberanikan memegang pundaknya dan kepalanya. Bukannya ditutup (mestinya bisa) dengan blasernya, tapi blaser diregakkan saja dan dibuka lagi seolah membiarkan kedua belahan dadanya untuk kunikmati. Ahh, Cik Ling kegirangan menyambut cumbuanku.




















