Makin lama suara sepatu itu seperti mengutukku bukan berbunyi pletak pelok lagi, tapi bodoh, bodoh, bodoh sampai suara itu hilang.Aku hanya mendengus. Bokep Colmek Ya, seseorang toh dapat saja lupa pada sesuatu, juga pada sapu tangan. Ayo..!Aku masih diam saja. Aku masih ingat sepatunya tadi di angkot. Aku kegelian menikmati tangannya yang menari di atas kulit punggung. Atau jangan-jangan ia juga disuruh ibunya bayar arisan. Tapi saya gerah.” meloncat begitu saja kata-kata itu.Aku belum pernah berani bicara begini, di angkot dengan seorang wanita, separuh baya lagi. Aku menurut saja. Pijitan turun ke perut. Tapi ia masih berjongkok di bawahku.“Yang ini atau yang itu..?” katanya menggoda, menunjuk Juniorku.Darahku mendesir.




















