Padahal tadi Lidya sudah hampir membawaku mendaki ke puncak kenikmatan. Sementara Tante Amanda pergi membawa Bobby, aku dan Lidya duduk di bangku taman dekat patung Pangeran Diponegoro yg menunggang kuda dgn gagah. Bokep China Membuat dadaku jadi berbunga dan padat seperti mau meledak. Tak banyak yg kami obrolkan, karena Tante Amanda sudah kembali lagi dan memberikan Bobby padaku sembari terus-menerus memuji. Setengah mati Bapak dan Ibu membujuk serta menghiburku. “Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Amanda mengingatkan. Tak terlihat ada pesta. “Sudah jangan banyak tanya. Ayo..”, ajak Lidya setengah memaksa. Bahkan aku tak protes ketika Lidya mengunci pintu kamar dan melepaskan bajuku. Entah kenapa, mungkin badan Bapak besar dan tangannya ditumbuhi rambut-rambut halus yg cukup




















