“Uuh… ssshh… uuuhh… ssshhh…” aku merasa nikmat. Umurku lebih 10 tahun darinya. Namaku Jackie dan tentunya bukan nama asliku. Karena waktu mengetik sambil berdiri dan si Khira duduk di kursi meja komputer, maka dapat kulihat dengan jelas ke bawah bukitnya si Khira yang lebih putih dari punyanya si Emily. Kemudian terasa setengah barangku memasuki lubang hangat, ternyata mulut Khira sudah melakukan tugasnya walaupun tidak masuk semua tapi dipaksakan olehnya. “Uuh… ssshh… uuuhh… ssshhh…” aku merasa nikmat. “Sudahlah, memang belum rejeki kita dijajanin sama si Gamha,” sekarang bule bermata biru nyeletus. Kakiku gemetar, gemetar sekali. Setelah kubuka semua penghalang kemaluannya langsung kubuka lebar kakinya dan wajahku tertanam di selangkangannya. Tanpa menjawab Khira dan Emily menghampiriku, sedangkan




















