Kembali tentang sosok Om Prass, saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan BUMN, posisinya tengah-tengah, mungkin setingkat kepala bagian. Dia hanya tersenyum, namun tiba-tiba dia mengangkat badan tapi tidak mencabut uratnya dan langsung.. “Kamu benar-benar manis sayang”!! Aku benar-benar menahan sensasi dan tanpa sadar kucengkeram kepaka Om Prass sambil berguman lirih.. Di lift.. Sebenarnya sambil bergoyang, terlintas pikiranku untuk membalas canda Om Prass tadi, aku ingin hitung dia.. Boss maupun teman-teman juga cukup friendly, penuh koorporatif sehingga membuat suasana kerja menjadi nyaman. ajak Om Prass sambil menekan tombol lift. “Kalau kita sudah ketemu, jangankan no telepon.. Om Prass memainkan lubang pusarku dengan lidah, sementara tangannya bergerak menurunkan Cdku.




















