Tanganku digenggam serta diapit hingga bener-bener nempel ke samping toketnya. Kumencoba mengatur nafasku supaya tidak kelihatan kalau aku sebetulnya sngat gugup. Kujawab dengan tawa saja pertanyaan yang dirinya ajuka padaku. Tapi aku tetep aja pura-pura gak tau arah omonganya kemana. Ketika gak sengaja liat cewek mungil berlangsung menunduk lewat begitu aja. Serta anehnya aku balik badan serta spontan ngejar tuh cewek. Malah sehingga dirinya yang agresif serta aku dibikin KO gak dapat ngomong lagi. Sinta meringis menahan sakit. Kumasukan pelan-pelan, terbukti pertamanya agak susah, tapi aku semakin mencoba serta akhirnya “Blesss….” Sinta teriak kesakitan
“Aduuh maass, sakiit…” dirinya meringis menahan sakit. Ada perkataan dirinya yang membikin aku makin deg-degkan.




















