Telah kutelepon dari lahan parkir tadi, mengatakan bahwa saya akan menunggunya di lobby. Dan mas Heru, lelaki yang berhasil melingkarkan cincin itu, adalah tunangannya sejak setengah tahun yang lalu. Huh…pede sekali, tapi memang harus kuakui…. Hhmmm…ruangan ini di lantai 4, kayaknya lumayan juga kalo GM-ku ini dilempar ke luar jendela, hahahaha……..Tet…..bunyi teleponku sekali, cukup mengejutkanku. Tahukah kamu Ryo, betapa setianya saya menyimpan cinta untukmu selama ini, sampai akhirnya saya memutuskan untuk memberikannya kepada orang lain?”, serunya lagi sambil sesunggukkan.Tiba-tiba dunia terasa berputar hebat mana kala saya mendengar pengakuannya. Bagai sebuah tarian kehidupan yang sangat indah dan sakral, mengikuti setiap gerak tubuhnya menyetubuhiku.“Rev, I love you”, bisikku lembut di telinganya, diantara deraan-deraan lembut persetubuhan kami.




















