Apakah ia merasa makin terobsesi olehku sejak melihatku cuma bercelana dalam saja pada waktu mau memberikan tanda bukti pengiriman paket dari Mama itu ? “Boleh cium bibir Bunda?” tanyanya dengan suara tergetar. Bokep Mama “I…iiiya, Bunda…oooh…” mata Prima melotot, pandangannya terpusat ke kemaluanku,
“Bo…boleh saya sentuh yang itu ?” Prima menunjuk ke arah kemaluanku. Entahlah. Berawal dari sontekan jemariku di hidungnya, disambut dengan tatapan dan senyum meluluhkan, berkelanjutan dengan pelukanku,
“Sekarang bunda punya bantal guling hidup….” kataku setengah berbisik. Entahlah. Dan Prima duduk di pinggiran bedku, agak merapat ke sisi kananku. Di sebuah café, aku mulai berusaha membalasnya, “Kamu kenapa Pri?




















