Aku merasa jijik dan kotor. “Bannya kempes Bu, nambal dulu!” jawabku sambil mencoba menutupi perubahan wajahku yang tentu saja pucat dan malu. Entah apa yang membuat ada sedikit perasaan senang di dalam hatiku. Aku segera mandi dan membersihkan diri serta berdandan dengan cepat.Kuambil barang dagangan yang tercecer di lantai dan segera pulang. Bukan main! Haruskah kulanjutkan pertemuan dan hubungan penuh nafsu dan maksiat ini?Di saat-saat sepi sediri aku termenung dan memutuskan untuk menjauh dan Pak Toyo, serta tidak melakukan hubungan gelap itu lagi. Siang itu ibu menyuruhku mengambil beberapa barang di rumah Pak Toyo karena persediaan di kios habis. Aku tak berhasil melepaskan diri. Meski mendapat dana pensiun tetapi amat kecil jumlahnya.




















