Ia sudah banyak mengirim kalimatnya termasuk satu kalimat yang membuatku kaget, “Kamu di kounter mana?” Tanyanya penasaran. “Di Mel 3 F kak, tidak jauh kok.”
Kemudian setelah mobil berjalan, kami memulai pembicaraan ringan, mengenai kuliah, orang tua sampai ke hobby. Vidio Sex tapi..” Saat itu cairan Andrenalinku mulai morat-marit dan kukira dia akan menertawaiku, kenyataannya berbeda dan tidak pernah kusangka sebelumnya, dia menciumiku dan memelukku dengan erat, aku yang kecil ini pasrah saja dengan permainannya.Lidahnya bermain di dalam mulutku, ia mencium dengan ganas. tapi.. Sedangkan aku, walah-walah, lebih baik aku mengurungkan niatku untuk mengenal dia yang mempunyai standar ‘gampang laku bila beredar di pasaran’.Akhirnya mimpiku hanyalah mimpi, tapi aku tidak habis pikir, betulkah pria tadi siang itu gay,














