Tinggiku sedang dan badanku agak kurus. Sungguh berbeda..Setelah terkapar beberapa saat, Rangga membopongku ke kamar mandi dan memandikan aku. Aku bingung apa yang kucari. Aku sudah mempersiapkan diri untuk mendiamkannya selamanya. Tak terlukiskan perasaanku saat itu. Aku tak bisa berpikir jernih! Aku terus menerus memandang wajahnya dan mencari-cari sinar apa yang terpancar di wajahnya. Namun sekarang dia sudah biasa dan malah sering making love. Aku langsung menangis menjadi-jadi. Kemudian kakiku dibuka lebar-lebar ke atas sehingga kemaluanku menyembul di antara pahaku. Aku menatap wajahnya dengan perasaan tak karuan. Aku sudah tidak perawan! Entah apakah kemaluanku sudah sangat basah atau tidak, aku mendengar bunyi berkecipak di kemaluanku. Apakah dia benar mencintaiku atau aku hanya salah satu perempuan




















