Melihat Siska yang protes, Adi segera merapikan pakaiannya tanpa membersihkan penisnya yang masih dilumuri cairan vagina guru berjilbab itu.”Cepat keluar pak”, hardik Siska dengan suara lantang sambil merapikan rok panjangnya.Adi tanpa berkata apa-apa langsung keluar dari toilet. Siskaaa, memmme3kmu enak banget…ooohhh…”, desahnya meracau didekat telinga Siska yang tertutupi jilbab ketika penisnya dibenamkan sedalam mungkin hingga menyentuh rahim miliknya.”Nnggghh…mmmhh……”, desah Siska seolah membalas racauan nikmat Adi. ”Ssshhh pantatmu montok banget sayang..”, kata Adi seraya meremas remas pantat guru cantik berjilbab itu.Siska terhenyak kaget karena teringat ketika bermasturbasi tadi dia melepas celana dalam dan masih tergantung di pintu toilet.Siska nampak sudah pasrah karena meras tidak mungkin lepas.




















