Selesai melakukan penggukuran dan mencatatnya pada whiteboard, Sigmund tak segera mencabut alat yang mendongkrak vagina Reva, ia masih ingin mempelajarinya lebih lanjut dan terperinci.Beberapa setelah itu, Elf jenius yang menganggap dirinya sebagai profesor, beranjak ke ruang sebelah lalu kembali dengan sebilah alat menyerupai penis namun terbuat dari kaca, di lengkap microcamera di dalamnya yang terhubung secara langsung dengan komputer tanpa bantuan kabel. Bokep Mama aaghhhhh … fffuuu cckkk .. ” jawab Sigmund singkat. ” lenguhan Reva makin membahana seantero ruang lab yang cuma berukuran 6×8 meter tsb. Tak sampai seperempat jam ia sudah berada di jalan raya seorang diri dalam Honda Civic kesayangannya.














