No info
“Anti takut mas…”, ia berkata dengan mata yang berkaca-kaca. Vidio Bokep “Gak juga sih…”, jawabku.“Gini, Anti mau ke kampus tapi motor dibawa adik, boleh minta tolong antarin gak mas?”, tanya ranti. “ranti?”, kubaca KTPnya.“Ya sudah, pendidikan lebih penting, nanti saja mbak sempat baru bayar…”, kataku sambil menyimpan KTP dan nomor hp nya ke dalam lacu meja.Setelah selesai mengganti ban dalamnya, akhirnya ranti pamit dan tak lupa mengucapkan terima kasih. Pikiranku mulai resah, aku bertanya kepada ranti melalui sms, ia pun jujur padaku, orang tua nya ingin yang terbaik untuk ranti. Dalam pikiranku, aku hanya merasa sangat bersalah.“Sudah lah Din, kita harus sadar memilih pasangan yang sederajat…”, kata Syamsul saat bertemu denganku di kios kami.Syamsul benar, ranti akan





















