Salsa menggeliat sedikit, tapi tidak menolak ketika aku membawanya kembali berbaring di atas ranjang. Bahkan dia melipat pahanya yang indah untuk menutupi keindahan pagar ayunya.“Jangan, Omm…”, desah Salsa tertahan, ketika aku mencoba untuk membuka kembali lipatan pahanya.“Kenapa?” tanyaku sambil menciumi bagian belakang telinganya.“Aku…, hmm, aku…” Salsa tidak bisa meneruskan kata-katanya. Memang dia mengenakan rok yang cukup pendek, sehingga sebagian pahanya jadi terbuka.Hampir tengah malam aku baru pulang. Kali ini aku justru pulang menjelang subuh.Mungkin karena istriku tidak pernah bertanya, dan juga tidak rewel. Bahkan seakan dia sudah lama mengenalku. Aku tidak tahu kalau kamu masih perawan. Akupun akhirnya rebah tak bertenaga dan tidur berpelukan dengan Salsa malam itu Meskipun dia kemudian menangis setelah semuanya terjadi,














