Dari rumah aku dandan cukup rapi dan berangkat menuju tempat janjian kami.Sampai di sana aku lihat Galih sudah duduk di satu kursi cafe itu “Mau pesan apa?” Katanya dan aku hanya tersenyum walau dalam hati aku merasa ada yang aneh dengan sikapnya, biasanya dia sudah tahu minuman kesukaanku dan biasanya sudah ada di meja sebelum aku datang. Meskipun aku sedikit meminta pertanggung jawabannya karena kami pernah melakukan adegan layaknya dalam cerita sex.Namun Galih tetap ngotot untuk meutuskan hubungan kami. Ya aku memang berhubungan dengannya sejak masih sebagai pelajar di SMU yang sama. Seperti hari ini kami hendak pergi ke luar kota bareng dan perusahaanku juga sudah mengizinkan.Karena memang om Reza yang merencanakan hal ini, dan




















