Tiga jam sudah aku memandangnya dari luar toko, hujan masih turun dengan lebatnya seolah ada lautan di langit sana yang gak pernah habis memuntahkan airnya.Setelah mendapatkan beberapa pakaian, Sava sepertinya sudah puas berbelanja dan membayarkan ke meja kasir. Sava sedikit tertawa merasakan geli yang dihasilkan lidahku.Tak lama tanganku menurunkan celana ketat lengkap dengan dalemannya. Bokep Colmek Tapi tidak ada yang berubah di dalam hatiku, dia tetaplah Savana yang selalu memiliki tahta di hatiku, meski sepertinya dia telah lupa dengan kedudukannya di hatiku.Dingin semakin menusuk tulangku, genggaman tanganku pada sebuah daun pisang mulai gemetar. Setelah itu dia berjalan keluar toko lalu menepuk-nepuk tangannya, memanggil supir pribadinya yang sedang berada di dalam mobil tak jauh dari toko, hanya berjarak




















